Teruntukmu, NONA88 yang Pernah Mengisi Hariku

Hai, Nona. Bagaimana dengan kabarmu di sana? Masih sehat kan? Aku harap kau tetap menjaga jadwal makanmu agar maagmu tidak kambuh lagi seperti dulu yang hanya meninggalkan Chimory di sana. Haha, maaf ya. Dulu aku tidak bisa mengantarmu makan saat itu karena tidak ada kendaraan. Sekarang aku sudah bawa kendaraan sendiri kok. Aku tidak yakin sih kamu mau makan denganku lagi. Tapi, aku harap kamu tetap menjaga kesehatanmu, Nona.

Nona, tahukah kamu? Setiap hariku pasti teringatkan olehmu. Iya, walaupun kamu sudah sepertinya tidak menganggap aku seperti dulu lagi. Tapi, entah kenapa aku selalu membayangkanmu seperti selayaknya kamu. Kamu yang egois, kamu yang selalu tertawa, kamu yang selalu bahagia meskipun dibaliknya aku tahu kamu sedih. Itu adalah salah satu hal yang paling kusuka dari kamu. Kamu adalah orang yang selalu mencoba untuk tersenyum meskipun keadaan tidak memungkinkanmu untuk tertawa.

Nona, dari banyaknya hal yang kupikirkan tiap harinya, kamu adalah hal yang paling tidak bisa lepas dari ingatanku itu. Kadang, aku mencoba merangkai kembali apa yang sudah kita bangun, mencoba mengingat kembali momen-momen katika kita tertawa bersama. Tidak seperti saat ini yang kau tertawa bersama orang lain dan menganggapku tidak bernyawa. Jujur, itu adalah salah satu dilema besar dalam umur hidupku. Kalau saja aku bisa tahu keasalahanku, aku akan coba menghilangkannya asalkan kita bisa seperti dulu. Kau, aku, dan tawa bahagia bersama.

Nona, Maaf ya. Sepertinya aku masih akan lama dalam hal menyukai dirimu. Kau adalah pemeran utama dalam cerita yang kualami saat ini. Aku harap aku juga mendapatkan peran itu dalam ceritamu, walaupun aku tidak yakin tentang itu. Tapi, bagaimanapun aku bahagia pernah masuk dalam ceritamu. Maaf ya, Nona. Aku masih belum bisa menjadi apa yang kau minta. Aku masih terlalu kekanak-kanakan dalam sifatku. Aku terlalu takut untuk kehilanganmu. Dan sepertinya rasa takutku itu yang membuatmu pergi dariku.

Nona, maafkan aku ya? Jika mungkin aku pernah membuat kesalahan yang membuat harimu biru, aku minta maaf. Maaf ya, Nona. Banyak sekali momen yang kusia-siakan saat kita berdua. Contohnya adalah saat kita naik ke tebing saat di Bali itu. Kau sangat takut dengan monyet dan aku hanya berjalan di sampingmu agar kau tidak ketakutan saat itu. Iya, mungkin seharusnya aku menggenggam tanganmu saat itu, menggenggammu erat dan membuktikan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan jika kita bersama. Haha, maaf ya, Nona. Membayangkan itu semua aku jadi kembali teringat denganmu. Maaf.


NONA88