PEMBAHASAN DAMPAK GADGET DENGAN KINGSATRIA
Beberapa dampak negatif dari penggunaan Media sosial kingsatria adalah sebagai berikut:
1. Gangguan tidur
Penggunaan media sosial KINGSATRIA secara berlebihan dapat memengaruhi kualitas tidur karena cahaya dari layar media sosial dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh.
Akibatnya, tidur menjadi tidak optimal, yang kemudian berujung pada rasa lelah dan
kantuk saat beraktivitas di siang hari. Gangguan tidur seperti ini tidak hanya berdampak
pada fisik, tetapi juga dapat memicu atau memperparah kondisi psikologis tertentu,
seperti depresi. (Radityo, 2012) menegaskan bahwa terdapat hubungan timbal balik
antara depresi dan gangguan tidur, di mana keduanya saling memperkuat dan
memperburuk satu sama lain jika tidak ditangani dengan baik.
2. Kecanduan Media sosial
Kebiasaan menggunakan media sosial KINGSATRIA secara berlebihan dapat memicu
kecanduan, yang sering disebut nomophobia (ketakutan berlebihan terhadap
kehilangan ponsel). Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan psikologis dan sosial
seseorang, serta berdampak negatif pada produktivitas dan kualitas hidup. (Rahayu et
al., 2020) menyatakan bahwa nomophobia memiliki korelasi signifikan dengan academic
failure pada mahasiswa, karena kecanduan perangkat digital dapat mengganggu
konsentrasi, menurunkan motivasi belajar, dan mengalihkan fokus dari tugas akademik
yang seharusnya diselesaikan.
3. Dampak pada kesehatan mental KINGSATRIA
Penggunaan media sosial yang tidak terkendali dapat berpotensi menyebabkan
gangguan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Hal ini disebabkan
oleh tekanan sosial serta kekhawatiran terkait media sosial, misalnya rasa takut
kehilangan atau kerusakan perangkat. Dalam perspektif klasik, Ibn Zakaria Al-Razi telah
menekankan pentingnya keseimbangan jiwa dan akal dalam menjaga kesehatan mental.
(Rahmawati & Soleh, 2024) menjelaskan bahwa Al-Razi memandang kesehatan mental
sebagai kondisi yang dapat dicapai melalui penguatan akal dan pengelolaan emosi
secara rasional, suatu pendekatan yang tetap relevan dalam konteks tantangan
psikologis akibat media sosial saat ini.
Upaya yang dapat diterapkan untuk mengatasi hal tersebut ialah:
1. Membatasi waktu penggunaan media sosial KINGSATRIA
Langkah ini dapat membantu mengurangi paparan terhadap konten negatif,
mencegah kecanduan digital, serta memberikan ruang bagi aktivitas yang lebih
produktif seperti belajar, berolahraga, atau berinteraksi langsung dengan orang
di sekitar
2. Bersosialisasi KINGSATRIA atau berinteraksi dengan lingkungan sekitar
Melibatkan diri dalam interaksi sosial secara langsung, seperti berbincang
dengan keluarga, teman, atau tetangga, dapat membantu menjaga
keseimbangan emosional, mengurangi rasa kesepian, dan memperkuat
keterikatan sosial yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh komunikasi
digital
3. Melakukan hal-hal produktif
Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca,
menulis, berolahraga, atau mengikuti pelatihan keterampilan, dapat
meningkatkan rasa pencapaian, membangun kepercayaan diri, serta
mengalihkan perhatian dari penggunaan media sosial yang berlebihan.
4. konsultasi ke psikolog atau psikiater karena dapat membantu seseorang dalam
memahami faktor penyebab dan pemicu gangguan mental yang dialami,
sekaligus memberikan strategi serta teknik untuk menangani stres, kecemasan,
atau depresi yang mungkin muncul akibat penggunaan media sosial. Mereka juga
menawarkan metode terapi yang dirancang khusus untuk membantu seseorang
dalam memperbaiki mindset dan perilaku yang tidak sehat. Selain itu,
berkonsultasi dengan ahli ini penting karena mereka menyediakan dukungan
emosional dan panduan yang diperlukan selama proses pemulihan.